Hubungan Seks Dapat Mempengaruhi Otak dan Kesehatan

Hubungan Seks Dapat Mempengaruhi Otak dan Kesehatan

Bagaimana hubungan seks dapat mempengaruhi otak dan kesehatan ? Profesor psikologi dari Rutgers University di Newark,New Jersey,Barry R.Komisaruk,Phd mengungkapkan:

a. Seks seperti obat.

Seks membuat seseorang merasa nyaman.Itu sebabnya setiap orang menginginkannya,menyukainya dan menghabiskan begitu banyak waktu melakukannya bersama pasangan.Rasa senang yang didapatkan dari seks sebagian besar disebabkan oleh pelapasan dopamin,yaitu neurotransmitter yang mengaktifkan pusat reward otak.

b. Seks sebagai antidepresan

Dari hasil penelitian di Universitas di Albany menyatakan,dari 300 perempuan yang melakukan hubungan seks tanpa kondom memiliki gejala deperesi lebih sedikit dibandingkan perempuan yang menggunakan kondom.Para peneliti berhipotesis,bahwa berbagai senyawa dalam air mani,termasuk estrogen dan prostaglandin,memiliki sifat antidepresan yang diserap ke dalam tubuh setelah hubungan seks.Namun ,hal itu tidak berlaku jika ada pengguna kondom.

c. Seks mengurangi rasa sakit.

Sakit kepala dapat sembuh dengan melakukan hubungan seks,berdasarkan penelitian di Jerman mengungkapkan bahwa 60% dari peserta yang memiliki migran dan 30% dari penderita cluster sakit kepala yang berhubungan seks selama sakit kepala di laporkan merasa terbantukan  secara parsial dan total.Sementara itu pada penelitian lainnya ditemukan bahwa wanita yang dirangsang arae G spotnya memiliki peningkatan dalam menahan sakit.Para peneliti mengaitkan efek ini dengan oksitosin.Hormon oksitosin yang membantu tumbuhnya ikatan kuat antara ibu dan bayi dan yang juga memiliki sifat menghilangkan nyeri.

d. Seks dapat menghapus memori

Setiap tahun,sekitar 7 dari 100.000 orang mengalami ” amnesia transient global ” yaitu saat ketika seseorang secara tiba-tiba kehilangan memori sementara waktu.Kejadian ini tidak dapat dikaitkan dengan kondisi neurologis lainnya.Kondisi ini dapat diakibatkan oleh kegiatan seks yang kuat,stres,emosional,rasa sakit,cedera kepala ringan dan prosedur medis.Kondisi kehilangan memori yang berlangsung beberapa menit atau beberapa jam tidak dapat membentuk kenangan baru atau mengingatkan peristiwa yang baru terjadi,Untungnya,kondisi ini tidak berefek untuk jangkan panjang.

  1. Seks menenangkan.

Penelitian yang dilakukan pada tikus yang sering berhubungan seks ternyata dapat mengurangi stres.Kondisi yang sama juga berlaku  untuk manusia.Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang baru saja  melakukan hubungan seks memiliki tanggapan yang lebih baik untuk menghadapi situasi stres,misalnya saat berbicara didepan umum daripada orang yang tidak terlibat dalam aktivitas seksual.Bagaimana seks dapat mengurangi stres ? Dalam hal ini dikaitakan dengan menurunkan tekanan darah.

  1. Seks membuat seseorang mengantuk.

Seks lebih memungkinkan untuk membuat pria mengantuk daripada perempuan.Berdasarkan penelitian ,bagian dari otak yang dikenal sebagai Prefrontal cortex winds mengalami penurunan setelah ejakulasi ,bersamaan dengan melepaskan oksitosin dan serotonin.

Paket Rinna Diazella Skincare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *