Tahukah Anda,Para Wanita memiliki kecendrungan lebih besar terkena Osteoporosis

Osteopenia merupakan gejala dini penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang dan meningkatkan resiko osteoporosis.Namun tidak semua orang terkena osteopenia dapat berkembang penyakitnya menjadi osteoporosis.

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat khas,yakni massa tulang yang rendah disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menyebabkan kerapuhan.

Untuk mendiagnosis osteopenia,perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan pemerikasaan penunjang seperti pemeriksaan kepadatan tulang dengan menggunakan DXA Scan  ( Dual Energy X-Ray Absorptiometry ) yang dapat mendeteksi kandungan mineral seperti kalsium dalam tulang.Pemerikasaan dengan DXA Scan dianjurkan pada beberapa kategori berikut :

  • Wanita berusia 65 tahun ke atas
  • Wanita berusia 60 tahun dengan tambahan faktor resiko yang dapat meningkatkan ancaman patah tulang.
  • Pria berusia 70 tahun ke atas.

Terdapat 2 macam penyebab yang melatar belakangi terjadinya osteoporosis ( OP ),yaitu penyebab yang dapat dihindari dan yang tidak dapat dihindari.Berikut penyebab yang dapat dihindari.

1. Jenis kelamin,perempuan lebih banyak mengalami terkena OP dibanding laki-laki.

2. Usia semakin bertambah ,semakin beresiko terkena OP.

3. Orang yang terlalu kurus.

4. Ras.Perempuan kulit putih dan orang Asia memiliki resiko tinggi untuk terkena OP.Perempuan kulit hitam dan orang Hispanik memiliki resiko OP yang lebih rendah.

5. Riwayat OP dalam keluarga.

Berikut penyebab yang dapat dihindari sebagia berikut.

a. Faktor hormonal.Kadar estrogen ( hormon perempuan) rendah.Misalnya pada perempuan yang tidak mendapat haid (amenore) atau haid tidak teratur dan henti haid ( menopause) dapat menderita OP.Sementara itu,OP terjadi pada laki-laki dengan testosteron ( hormon kelamin laki-laki) yang rendah.

b. Ganguan makan,pencernaan kurang baik,tidak nafsu makan dan mengonsumsi makanan kurang bergizi dapat mengakibatkan OP.

c. Kurang kalsium dan vitamin D dari makanan sehingga tulang kehilangan massanya,terjadilah OP.

d. Obat yang dimakan,paling sering steroid.Obat ini diresepkan untuk asma,alergi,atau lupus.Secara tersembunyi mungkin Kortikosteriod dimasukan dalam jamu,seperti jamu asam urat,untuk pegal linu,penambah nafsu makan atau untuk mengurangi nyeri sendi.

e. Mereka yang tidak banyak bergerak (kurang aktivitas fisik ) atau berbaring terlalu lama.

f. Merokok selain tidak baik untuk jantung dan paru-paru juga buruk untuk tulang.

g. Mengonsumsi alkohol.

Dengan melihat penyebab tersebut ,cobalah perbaiki nutris seperti tidak terlalu mengandalkan suplement,olah raga teratut,serta hindari merokok dan minum alkohol.Hindari juga minuman ringan ,kopi dan teh.Kafein dan gula pasir yang dikandungnya menghambat serapan kalsium.

 

Tabel osteoporosis untuk laki-laki & Perempuan

Lembaga kesehatan dunia ( WHO ) menetapkan sebuah angka untuk memprediksi tingkat keparahan penyakit osteoporosis.Angka tersebut dinamakan skor T ( T-score),Skor T yang normal pada orang dewasa yang sehat adalah 1 standar Deviasi ( SD )

  • Skor T antara – 1 sampai – 2,5 SD : Mengindikasi osteopenia
  • Skor T kurang dari – 2,5 SD : Mengindikasi osteoporosis.
  • Skor T kurang dari – 2,5 SD : disertai dengan kerentanan untuk patah tulang ( Fragility fracture ) mengindikasi osteoporosis yang parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *